Jumat, 12 Juni 2026

Waspada Bahaya Asbes: Bisa Picu Kanker hingga Gangguan Paru-Paru

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 25 April 2026 | 12:00 WIB
Waspada Bahaya Asbes: Bisa Picu Kanker hingga Gangguan Paru-Paru. (KlikSoloNews/dok)
Waspada Bahaya Asbes: Bisa Picu Kanker hingga Gangguan Paru-Paru. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COMBahaya asbes kerap luput dari perhatian masyarakat, padahal material bangunan ini dapat memicu berbagai penyakit serius, terutama pada sistem pernapasan.

Asbes yang rusak atau hancur dapat menghasilkan serat halus yang mudah terhirup dan berisiko tinggi bagi kesehatan.

Asbes sendiri merupakan mineral tahan panas dan api yang banyak digunakan sebagai bahan bangunan, seperti atap.

Namun, ketika material ini rapuh, serat mikroskopisnya bisa masuk ke dalam tubuh dan mengendap di paru-paru, memicu berbagai gangguan kesehatan.

Berikut sejumlah risiko kesehatan akibat paparan asbes:

1. Asbestosis

Asbestosis terjadi akibat penumpukan serat asbes di paru-paru dalam jangka panjang. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis), sehingga paru-paru menjadi kaku dan sulit mengembang. Akibatnya, penderita mengalami sesak napas hingga berisiko gagal napas.

2. Kanker paru-paru

Paparan asbes meningkatkan risiko kanker paru-paru, terutama jika disertai kebiasaan merokok. Serat asbes dapat merusak sel normal dan memicu pertumbuhan sel kanker. Gejalanya meliputi batuk kronis, nyeri dada, hingga penurunan berat badan.

3. Mesotelioma

Mesotelioma merupakan kanker langka namun agresif yang menyerang lapisan organ (mesothelium). Hampir semua kasus berkaitan dengan paparan asbes, bahkan dalam jumlah kecil. Penyakit ini biasanya baru terdeteksi setelah puluhan tahun, saat sudah memasuki stadium lanjut.

4. Iritasi Saluran Pernapasan

Serat asbes juga dapat menyebabkan iritasi pada saluran napas. Gejalanya berupa batuk berkepanjangan, produksi dahak berlebih, nyeri dada, dan sesak napas. Kondisi ini berisiko lebih berat pada anak-anak dan lansia.

5. Risiko pada Organ Lain

Selain paru-paru, serat asbes yang tertelan dapat mengiritasi saluran pencernaan dan meningkatkan risiko gangguan usus. Paparan jangka panjang juga dikaitkan dengan kanker laring (pita suara) dan ovarium.

Pencegahan Bahaya Asbes
Untuk meminimalkan risiko, masyarakat disarankan menghindari penggunaan asbes, terutama yang sudah rusak atau rapuh. Jika masih digunakan, pastikan kondisinya tetap baik dan tidak mudah hancur. Selain itu, gunakan alat pelindung saat melakukan perbaikan bangunan yang mengandung asbes.

Kesadaran terhadap bahaya asbes menjadi penting agar masyarakat dapat melindungi diri dan keluarga dari risiko penyakit serius di masa depan.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X