Jumat, 12 Juni 2026

Film Ghost in the Cell Tembus 86 Negara, Bukti Karya Joko Anwar Mendunia

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 1 April 2026 | 19:27 WIB
Film Ghost in the Cell Tembus 86 Negara, Bukti Karya Joko Anwar Mendunia. (KlikSoloNews/dok)
Film Ghost in the Cell Tembus 86 Negara, Bukti Karya Joko Anwar Mendunia. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Industri film Indonesia kembali mencatat prestasi internasional melalui karya terbaru Joko Anwar berjudul Ghost in the Cell.

Film bergenre komedi horor ini berhasil menarik perhatian global, bahkan hak distribusinya telah dibeli oleh 86 negara sebelum penayangan resmi di Indonesia.

Film produksi Come and See Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air mulai 16 April 2026. Proyek tersebut juga melibatkan kolaborasi dengan RAPI Films, Legacy Pictures, serta Barunson E&A sebagai sales agent untuk pasar global.

Kesuksesan Ghost in the Cell semakin diperkuat usai tampil di ajang bergengsi Berlinale 2026. Bahkan sebelum world premiere, film ini sudah lebih dulu diakuisisi oleh distributor asal Jerman, Plaion Pictures, untuk distribusi di wilayah berbahasa Jerman.

Menurut Joko Anwar, film ini berangkat dari realitas sosial di Indonesia, namun mengangkat tema yang relevan secara global, seperti kekuasaan, korupsi, dan ketidakadilan.

“Film ini memang dikemas sebagai komedi horor, tapi substansinya adalah tentang sistem yang korup dan bagaimana masyarakat kecil terjebak di dalamnya,” ujar Joko.

Ia menegaskan bahwa isu yang diangkat tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain.

“Ini bukan hanya cerita Indonesia, tapi juga cerita dunia. Ketidakadilan adalah bahasa universal yang dipahami semua orang,” tambahnya.

Produser Tia Hasibuan menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa kualitas film Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

“Tayang di 86 negara menjadi bukti bahwa film ini diakui secara global, baik dari segi cerita maupun produksi,” jelasnya.

Sinopsis Ghost in the Cell : Teror di Balik Jeruji Besi

Film ini menghadirkan sejumlah aktor papan atas seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Morgan Oey, serta Aming.

Selain itu, turut tampil Arswendy Bening Swara dan memperkenalkan wajah baru, Magistus Miftah.

Ghost in the Cell berlatar di lembaga pemasyarakatan fiktif Labuhan Angsana, yang dipenuhi konflik, kekerasan, dan ketidakadilan antar narapidana maupun petugas.

Ketegangan meningkat saat seorang tahanan baru datang, disusul kematian misterius para napi dengan cara mengerikan. Teror tersebut berasal dari sosok hantu yang membunuh berdasarkan aura negatif seseorang.

Dalam situasi mencekam itu, para napi berusaha berubah menjadi lebih baik demi menjaga aura tetap positif. Namun, mereka akhirnya menyadari bahwa satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan bersatu melawan sistem yang menindas—bahkan menghadapi ancaman supranatural sekalipun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X