Jumat, 12 Juni 2026

Apa Itu Gagal Jantung? Waspadai Gejala dan Penyebabnya

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 8 Mei 2025 | 15:00 WIB
Apa Itu Gagal Jantung? Waspadai Gejala dan Penyebabnya. (KlikSoloNews/dok)
Apa Itu Gagal Jantung? Waspadai Gejala dan Penyebabnya. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Gagal jantung adalah salah satu penyakit kardiovaskular kronis yang sering disalahartikan sebagai serangan jantung.

Padahal, gagal jantung merupakan kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efisien untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi seluruh tubuh.

Kondisi ini bisa berdampak serius pada kualitas hidup, bahkan meningkatkan risiko kematian jika tidak ditangani dengan tepat.

Dalam rangka memperingati Heart Failure Awareness Day 2025 dengan tema "Heart Failure Doesn’t Stop Us", tim Dokter Spesialis Jantung dari Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) Surakarta memberikan edukasi penting tentang penanganan dan pengobatan gagal jantung kepada masyarakat.

Edukasi ini disiarkan melalui kanal YouTube RS UNS pada Selasa 6 Mei 2025, dan dipimpin para pakar jantung dari Fakultas Kedokteran UNS.

Apa itu gagal jantung? Waspadai gejala dan penyebabnya.  Gagal jantung adalah kondisi serius ketika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh. Kondisi ini menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru, kaki, dan perut.

Menurut dr Habibie Arifianto, Sp.JP.(K), M.Kes, FIHA, penyebab gagal jantung meliputi hipertensi, penyakit jantung koroner, kardiomiopati, hingga komplikasi kehamilan.

Gejala gagal jantung antara lain:

  • Sesak napas, terutama saat berbaring

  • Pembengkakan di kaki dan perut

  • Mudah lelah

  • Penurunan nafsu makan

  • Berat badan naik secara tiba-tiba

  • Detak jantung tidak teratur


Jika mengalami gejala-gejala tersebut, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dulu, gagal jantung sering dianggap sebagai akhir dari harapan. Namun kini, berkat perkembangan terapi modern, pasien bisa tetap hidup berkualitas.

Dr. dr. An Aldia Asrial, Sp.JP., FIHA menekankan pentingnya terapi berbasis empat pilar pengobatan gagal jantung, yaitu ACE Inhibitor atau ARB / ARNI (pengganti ACE), Beta-blocker (seperti bisoprolol), MRA (mineralocorticoid receptor antagonist), dan SGLT2 inhibitor.

Terapi tambahan seperti diuretik juga digunakan untuk mengurangi gejala penumpukan cairan.

“Obat-obatan ini terbukti menurunkan angka kematian, frekuensi rawat inap, dan meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujar dr Habibie.

Selain pengobatan, kepatuhan minum obat dan perubahan gaya hidup menjadi kunci. Pasien perlu mengikuti kronoterapi – pemberian obat sesuai ritme biologis tubuh.

Misalnya, beta-blocker diminum pagi hari agar bekerja optimal saat aktivitas tinggi, dan diuretik dikonsumsi saat perut kosong.

Aktivitas fisik seperti jalan kaki atau senam ringan selama 150–200 menit per minggu juga sangat dianjurkan sebagai pilar kelima dalam pengelolaan gagal jantung.

Menurut dr An Aldia, dukungan keluarga sangat penting bagi pasien gagal jantung, baik dalam menjaga jadwal minum obat, motivasi menjalani pola hidup sehat, hingga dukungan emosional dan spiritual.

"Pasien tak bisa sendirian. Peran keluarga sangat menentukan keberhasilan terapi," tegasnya.

Klinik Gagal Jantung RS UNS telah terverifikasi oleh American Heart Association, menjadikan layanan ini rujukan terpercaya di Indonesia. Dengan pencatatan digital, sekitar 1.400 laporan pasien dikumpulkan tiap tahun.

“Dalam 9 bulan pengobatan, pasien dengan fungsi jantung di bawah 40% dapat membaik menjadi normal hanya dengan terapi tiga hingga empat pilar,” ujar dr. Irnizarifka, Sp.JP., Subsp. Ar. (K), FIHA, FAPSC, FAsCC, FHFA.

Menutup edukasi, dr. Irnizarifka menegaskan bahwa gagal jantung bukan akhir dari segalanya. Dengan penanganan tepat, pasien tetap bisa menjalani hidup aktif dan produktif.

“Kita ingin menegaskan, gagal jantung tidak menghentikan pasien, keluarga, maupun dokter untuk tetap berpikir positif. Ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik,” tutupnya.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X