Jumat, 12 Juni 2026

Atasi Masalah Pencernaan saat Puasa, Hindari Pola Makan Berlebihan

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Selasa, 25 Maret 2025 | 11:19 WIB
Ilustrasi buka puasa dengan gizi seimbang dan memperhatikan pola makan untuk menghindari masalah pencernaan. (Foto: Freepik)
Ilustrasi buka puasa dengan gizi seimbang dan memperhatikan pola makan untuk menghindari masalah pencernaan. (Foto: Freepik)

KLIKSOLONEWS.COM – Selama bulan Ramadhan, banyak orang mengalami gangguan pencernaan seperti dispepsia yang ditandai dengan kembung, mual, dan nyeri ulu hati. Menurut dr. Nur Aini Hanifiah, Sp.PD, kasus masalah pencernaan meningkat drastis pada 10 hari pertama puasa akibat pola makan yang tidak teratur.

"Kembung, mual, dan nyeri ulu hati adalah keluhan yang paling sering ditemui di klinik, terutama pada awal Ramadhan," ungkap dokter lulusan Universitas Indonesia ini dalam sebuah webinar pada Senin 24 Maret 2025.

Salah satu penyebab utama gangguan pencernaan ini adalah kebiasaan langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar saat berbuka puasa setelah seharian menahan lapar. Padahal, selama 12–14 jam berpuasa, sistem pencernaan beristirahat dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali.

Seiring berjalannya waktu, tubuh biasanya mulai beradaptasi, dan gejala pencernaan cenderung berkurang setelah 10 hari kedua puasa. Namun, agar puasa tetap nyaman dan sehat, dr. Nur Aini menekankan pentingnya menerapkan pola makan sehat dengan membatasi konsumsi makanan berlemak serta makanan dan minuman tinggi gula.

"Untuk konsumsi minyak, idealnya hanya dua sendok makan per hari, meskipun untuk orang yang sehat tanpa masalah kolesterol," ujarnya.

Selain itu, makanan berminyak dan gorengan sebaiknya dibatasi karena dapat memperparah gangguan pencernaan. Asupan gula tambahan juga perlu dikontrol, dengan batas konsumsi harian tidak lebih dari dua sendok makan.

Selain menjaga pola makan, kecukupan cairan juga harus diperhatikan selama bulan Ramadhan. Dr. Nur Aini menyarankan agar konsumsi air putih tetap terjaga, misalnya dengan pola dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.

Di samping itu, aktivitas fisik juga tetap perlu dilakukan agar tubuh tetap bugar. Setidaknya, olahraga ringan selama 30 menit per hari bisa membantu menjaga metabolisme tubuh. Kurang tidur juga bisa berdampak negatif terhadap kesehatan, sehingga penting untuk menghindari begadang dan memastikan tidur malam yang cukup selama tujuh hingga delapan jam per hari.

"Jika faktor-faktor ini terganggu, maka risiko penyakit metabolik dan gangguan saluran cerna saat puasa dan Lebaran akan meningkat," jelasnya.

Dengan menerapkan pola makan yang sehat, menjaga hidrasi, serta mengatur pola tidur dan aktivitas fisik, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman dan minim gangguan kesehatan. (KS06)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X