Jumat, 12 Juni 2026

Puasa Bantu Kurangi Stres dan Tingkatkan Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Jumat, 21 Maret 2025 | 13:31 WIB
Ilustrasi berbuka puasa. (Foto: Freepik)
Ilustrasi berbuka puasa. (Foto: Freepik)

KLIKSOLONEWS.COM - Puasa tidak hanya memiliki manfaat spiritual, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Imran Pambudi, mengungkapkan berbagai penelitian telah membuktikan dampak positif puasa terhadap keseimbangan emosi dan ketahanan psikologis individu.

“Berbagai penelitian terbaru mengungkapkan bagaimana puasa dapat mengurangi tingkat stres, meningkatkan pengendalian diri, dan memperkuat kesehatan psikologis individu,” ujar Imran dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 21 Maret 2025.

Salah satu penelitian yang dilakukan di MAN 2 Kota Cilegon pada tahun 2019 menunjukkan bahwa praktik puasa berkontribusi sebesar 98,01 persen terhadap peningkatan kesehatan mental siswa. Imran menjelaskan peningkatan ini berkaitan erat dengan pengendalian diri dan peningkatan spiritualitas selama berpuasa, yang membantu siswa dalam mengembangkan regulasi emosi yang lebih baik.

Tak hanya itu, studi dari Universitas Sirjan Azad juga menemukan bahwa individu yang berpuasa cenderung memiliki pengendalian diri yang lebih baik. Hal ini berdampak positif pada kesehatan mental, karena individu lebih mampu menghadapi tekanan hidup dengan tenang dan penuh kesabaran.

Lebih lanjut, penelitian telah menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yakni protein yang mendukung pertumbuhan dan regenerasi sel otak. Protein ini berperan dalam meningkatkan daya ingat, memperbaiki fungsi kognitif, serta melindungi otak dari risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Selain itu, proses autofagi yang dipicu oleh puasa membantu tubuh membersihkan sel-sel yang rusak, termasuk di otak. Menurut National Library of Medicine (2024), puasa juga mengurangi produksi hormon stres seperti kortisol, yang membuat tubuh dan pikiran lebih rileks. Pada saat yang sama, peningkatan hormon kebahagiaan seperti serotonin dan endorfin selama puasa berkontribusi terhadap suasana hati yang lebih positif.

“Hal ini mirip dengan efek yang dirasakan setelah berolahraga, di mana tubuh merasa lebih tenang dan bahagia,” jelas Imran.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa meskipun puasa memberikan banyak manfaat, individu dengan gangguan mental berat seperti skizofrenia tetap membutuhkan dukungan ekstra dari keluarga dan komunitas agar dapat menjalani puasa dengan baik.

Para ahli merekomendasikan beberapa langkah untuk menerapkan puasa secara optimal demi mendukung kesehatan mental, seperti menetapkan tujuan spiritual, berfokus pada mindfulness, menjaga pola hidup sehat, serta berbagi pengalaman dengan komunitas.

“Puasa yang dilakukan dengan cara yang benar tidak hanya memperkuat kesehatan fisik tetapi juga memberikan harmoni antara tubuh, pikiran, dan jiwa,” pungkas Imran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X