Jumat, 12 Juni 2026

Bogamania Wajib Tahu! Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Gula Aren dan Gula Jawa

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 15 Februari 2025 | 12:31 WIB
Gula aren dan gula jawa memiliki bentuk dan warna serupa. Namun bahan baku dan cita rasa yang dituimbulkan juga berbeda. (Foto: Pinterest)
Gula aren dan gula jawa memiliki bentuk dan warna serupa. Namun bahan baku dan cita rasa yang dituimbulkan juga berbeda. (Foto: Pinterest)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Gula aren dan gula jawa sering kali dianggap sama karena bentuk dan warnanya yang mirip. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, mulai dari bahan baku, rasa, tekstur, hingga penggunaannya dalam berbagai makanan dan minuman.

Gula aren berasal dari nira pohon aren (Arenga pinnata) yang dikumpulkan, dimasak hingga mengental, lalu dicetak dalam batok kelapa. Proses ini menghasilkan gula aren dengan warna coklat keemasan dan tekstur yang lebih kasar.

Sementara itu, gula jawa dibuat dari nira pohon kelapa (Cocos nucifera), yang setelah dimasak kemudian dicetak dalam bentuk silinder kecil dengan warna cenderung lebih gelap dan kemerahan.

Dari segi rasa, gula aren memiliki cita rasa karamel yang lebih kuat dengan sedikit sensasi gurih, membuatnya sangat cocok untuk campuran minuman seperti kopi susu gula aren yang tengah populer.

Sementara itu, gula jawa memiliki rasa manis yang lebih ringan dan sedikit asam, sehingga lebih sering digunakan dalam masakan seperti gudeg, baceman, atau sambal untuk menyeimbangkan rasa pedas dan gurih.

Tekstur kedua gula ini juga berbeda. Gula aren cenderung lebih mudah hancur dan tidak terlalu liat, sedangkan gula jawa lebih lengket karena kandungan airnya yang lebih tinggi. Hal ini membuat gula jawa lebih cocok digunakan dalam masakan berkuah seperti rawon atau soto, di mana gula tidak perlu larut dengan cepat.

Selain itu, dari sisi kandungan gizi, gula aren lebih kaya akan mineral seperti kalium, magnesium, dan zat besi dibandingkan gula jawa. Indeks glikemiknya pun lebih rendah, sehingga lebih aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dalam jumlah yang wajar.

Dalam penggunaannya, gula aren kerap dijadikan pemanis alami dalam berbagai minuman tradisional seperti wedang jahe, es cendol, dan es kopi susu, karena rasa manisnya yang khas dan tidak mudah tertutupi oleh bahan lain.

Di sisi lain, gula jawa lebih sering digunakan dalam olahan makanan seperti semur, opor, atau kuah pempek karena dapat memberikan warna coklat kemerahan yang khas.

Meski sering dianggap sama, pemilihan antara gula aren dan gula jawa sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Jika menginginkan rasa manis yang lebih kuat dan aroma khas, gula aren adalah pilihan yang tepat.

Namun, jika ingin rasa manis yang lebih lembut dan mudah berpadu dengan berbagai bumbu, gula jawa lebih cocok digunakan. (KS06)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X