PAREPARE, KLIKSOLONEWS.COM – PSM Makassar gagal mengamankan kemenangan saat menjamu Persis Solo pada pekan ke-26 BRI Super League 2025/26.
Bermain di Stadion Gelora BJ Habibie, Pare-pare, Sabtu (4/4/2026), Juku Eja harus puas dengan hasil imbang 1-1.
Hasil ini bukan sekadar kehilangan poin, tetapi juga memunculkan evaluasi serius, terutama terkait mentalitas pemain di ruang ganti PSM.
PSM Makassar sempat tampil menjanjikan di babak pertama. Gol pembuka dicetak kapten tim, Yuran Fernandes Rocha Lopes, melalui sundulan pada menit ke-17.
Keunggulan tersebut menjadi modal positif saat turun minum. Namun, performa PSM justru menurun drastis di babak kedua.
Persis Solo mampu memanfaatkan situasi tersebut dan menyamakan kedudukan lewat gol Roman Paparyha pada menit ke-64. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.
Asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, mengungkapkan bahwa babak pertama berjalan sesuai rencana. Namun, masalah mulai muncul setelah jeda pertandingan.
“Babak pertama sudah sesuai dengan rencana, kita menyerang dan berhasil unggul. Tapi babak kedua problem mulai terjadi, intensitas permainan menurun,” ujarnya.
Ia menilai, penurunan performa bukan hanya soal fisik, melainkan juga mental bertanding para pemain.
“Mungkin nanti saya akan bicara ke pemain, ini soal mentalitas. Apakah kita mau memberikan lebih untuk tim atau hanya sekadar menjalankan kewajiban,” tegasnya.
Selain faktor mental, Amiruddin juga menyoroti pergantian pemain yang tidak berjalan efektif. Alih-alih memberikan energi baru, perubahan strategi justru membuat permainan PSM kehilangan ritme.
Hal ini menjadi catatan penting bagi tim pelatih dalam menghadapi laga berikutnya di kompetisi yang semakin ketat.
Dzaky Asraf Minta Maaf ke Suporter
Pemain sayap PSM, Dzaky Asraf, turut menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil yang tidak maksimal.
Ia mengakui bahwa target tiga poin di kandang tidak tercapai, meskipun dukungan penuh dari publik Makassar sangat terasa sepanjang pertandingan.
“Kami meminta maaf karena hasil belum maksimal. Suporter tentu menginginkan kemenangan, tapi kami hanya meraih hasil imbang. Kami akan fokus ke laga selanjutnya dan bekerja lebih keras,” ujarnya.
Hasil imbang ini menjadi peringatan serius bagi PSM Makassar. Di tengah persaingan ketat BRI Super League, kehilangan poin di kandang bisa berdampak besar pada posisi klasemen.
Lebih dari itu, laga ini menunjukkan bahwa kualitas teknis saja tidak cukup tanpa mentalitas bertarung yang kuat.
Jika tidak segera dibenahi, PSM berisiko kembali kehilangan momentum dalam perburuan posisi terbaik musim ini. (KS01)