Menurutnya, dampak ekonomi dari event ini juga signifikan, dengan tingkat okupansi penginapan di radius 15 kilometer dari Tambi hingga kawasan Dieng yang hampir penuh selama acara berlangsung. Perputaran ekonomi diperkirakan mencapai lebih dari Rp20 miliar.
Baca Juga: Dieng Trail Run 2025: 1.700 Pelari Tantang Suhu Dingin dan Medan Ekstrem di Dataran Tinggi Dieng
Selain tantangan lintasan, keindahan alam Dieng seperti Candi Arjuna, Telaga Menjer, serta hamparan perkebunan menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta.
Salah satu peserta asal Madiun, Nadia, mengaku puas dengan pengalaman mengikuti DCR 2026, terutama pada rute Sindoro yang menantang.
“Water station lengkap, keren. Elevasinya luar biasa, sangat menantang,” ujarnya.
Sementara itu, peserta asal Semarang, Binsar Napitupulu, menilai event ini memiliki standar tinggi dibandingkan lomba trail run lainnya.
“Ini salah satu event trail yang mewah. Suasana Dieng yang dingin membuat pengalaman lari semakin istimewa,” katanya.
Dieng Caldera Race 2026 berlangsung selama tiga hari, 19–21 Juni 2026, dengan empat kategori lomba yakni 10K, 25K, 45K, dan 85K, yang seluruhnya dipusatkan di Tambi Tea Resort sebagai race central.(*)