olahraga

Piala Dunia 2026 Terapkan Aturan Baru, Pemain Dilarang Temui Pelatih saat Kiper Cedera

KS1
Senin, 1 Juni 2026 | 13:00 WIB
Piala Dunia 2026 Terapkan Aturan Baru, Pemain Dilarang Temui Pelatih saat Kiper Cedera. (KlikSoloNews/dok FIFA)

AMERIKA, KLIKSOLONEWS.COM - FIFA akan menerapkan aturan baru di Piala Dunia 2026 yang melarang pemain mendatangi pelatih saat kiper cedera. Kebijakan ini dibuat untuk mencegah tactical timeout dan mengulur waktu.

FIFA akan memberlakukan aturan baru pada ajang FIFA World Cup 2026 yang melarang pemain mendatangi area teknis untuk menerima instruksi dari pelatih ketika penjaga gawang mengalami cedera di tengah pertandingan.

Kebijakan tersebut diumumkan Pierluigi Collina sebagai langkah untuk menghentikan praktik yang dikenal sebagai goalkeeper tactical timeout.

Taktik ini kerap digunakan sejumlah tim dengan memanfaatkan momen cedera kiper untuk mengatur strategi tambahan atau memutus momentum permainan lawan.

Menurut FIFA, aturan tersebut akan mulai diterapkan selama Piala Dunia 2026 dan seluruh tim peserta telah menerima sosialisasi terkait kebijakan baru tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, praktik memanfaatkan cedera kiper sebagai jeda taktis menjadi sorotan di dunia sepak bola. Saat kiper terjatuh dan mendapatkan perawatan medis, para pemain biasanya mendekati bangku cadangan untuk menerima arahan langsung dari pelatih.

FIFA menilai kondisi tersebut memberikan keuntungan taktis yang tidak semestinya dan berpotensi mengganggu jalannya pertandingan.

Salah satu kasus yang sempat menjadi perhatian terjadi pada November 2025. Kala itu, pelatih Leeds United, Daniel Farke, menuding kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, berpura-pura mengalami cedera untuk mengulur waktu dan mengganggu ritme permainan lawan.

Meski insiden tersebut memicu perdebatan, hingga kini belum ada perubahan resmi dalam Laws of the Game yang diterbitkan oleh International Football Association Board.

Mengadopsi Sistem yang Digunakan NWSL

FIFA akan menerapkan pendekatan serupa dengan aturan yang telah digunakan di kompetisi sepak bola wanita Amerika Serikat, yakni National Women's Soccer League (NWSL).

Dalam aturan tersebut, ketika penjaga gawang mengalami cedera dan mendapatkan perawatan medis, para pemain dari kedua tim harus tetap berada di lapangan. Mereka dapat berkumpul di area lingkaran tengah lapangan, namun tidak diperbolehkan mendatangi bangku cadangan atau area teknis.

Dengan demikian, pelatih tidak memiliki kesempatan untuk menggelar rapat taktis singkat di pinggir lapangan selama pertandingan dihentikan.

Collina menjelaskan bahwa FIFA telah menggelar lokakarya bersama pelatih dari seluruh 48 negara peserta Piala Dunia 2026 untuk menjelaskan implementasi aturan baru tersebut.

Menurutnya, wasit akan berperan aktif dalam memastikan para pemain tetap berada di lapangan saat kiper mendapatkan perawatan medis.

"Kami telah mengadakan lokakarya dengan seluruh pelatih dari 48 tim peserta dan kami memberi tahu mereka bahwa wasit akan bertindak proaktif. Penjaga gawang memiliki hak untuk mengalami cedera, tetapi para pemain tidak memiliki hak untuk meninggalkan lapangan dan melakukan semacam time-out bersama pelatih mereka masing-masing," ujar Collina.

Meski demikian, FIFA menegaskan pemain yang mencoba mendatangi pelatih saat kiper cedera tidak akan otomatis mendapatkan kartu kuning atau sanksi disiplin.

Fokus utama kebijakan ini adalah menjaga kelancaran pertandingan dan mencegah penyalahgunaan jeda permainan untuk kepentingan taktis.

Kendati tujuan aturan ini dinilai positif, sejumlah pengamat sepak bola menilai efektivitasnya masih perlu dibuktikan di lapangan. Sebab, komunikasi antarpemain tetap dapat berlangsung meskipun mereka tidak berada di dekat bangku cadangan.

Namun FIFA berharap kebijakan tersebut mampu mengurangi praktik mengulur waktu serta menjaga semangat fair play selama berlangsungnya Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.(KS01)

Tags

Terkini