SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Antusiasme siswi-siswi di Solo dalam ajang turnamen sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 2025–2026 semakin tinggi. Pada seri kali ini, sebanyak 1.618 siswi dari 90 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Solo Raya ambil bagian.
Turnamen yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut terbagi dalam dua kategori usia, yakni 64 tim KU 10 dan 85 tim KU 12.
Head Coach MLSC, Timo Scheunemann, menyebut perkembangan ekosistem sepak bola putri saat ini menunjukkan arah positif.
“Langkah pembinaan ekosistem sepak bola putri sudah berada di jalur yang tepat dan tumbuh secara pasti selaras dengan peningkatan kualitas kemampuan calon-calon atlet putri,” ujar Timo di Lapangan Kotabarat, Solo, Minggu (15/2/2026).
Pelatih berlisensi UEFA A tersebut mengapresiasi tekad serta mimpi besar para pesepak bola putri usia dini yang ingin meniti karier dari level paling dasar.
Ia menambahkan, sistem pembinaan sepak bola putri Indonesia kini semakin tertata karena dimulai dari level grassroot. Ajang MLSC juga menjadi wadah seleksi objektif dan bertahap untuk menjaring talenta dari berbagai daerah.
“Terlihat pula perkembangan para putri yang masuk dalam Extra Training berkembang pesat. Hal ini menunjukkan kalau ada pembinaan pasti ada perkembangan signifikan,” tambahnya.
Solo Jadi Basis Kuat Pembinaan Putri
Ketua Askot PSSI Kota Surakarta, Arya Surendra, menilai pertumbuhan sepak bola putri di Solo tak lepas dari komitmen berbagai pihak dalam membangun fondasi pembinaan.
Menurutnya, Solo menjadi salah satu basis akar rumput yang kuat dengan dukungan sejumlah SSB putri serta fasilitas olahraga yang memadai.
“Kota Solo menjadi salah satu basis pembinaan akar rumput yang kuat. Ini hasil kerja keras semua pihak,” ujarnya.
Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satria Chandra Wiguna, menyambut positif tingginya partisipasi masyarakat dalam MLSC Solo 2025–2026.
-
Ia menyebut turnamen ini menjadi wadah pengembangan kemampuan secara berjenjang dan berkesinambungan untuk melahirkan talenta putri berkualitas.
Meski jumlah peserta KU 12 sedikit menurun akibat benturan jadwal kalender akademik, kualitas permainan justru meningkat. Dukungan orang tua pun dinilai sangat besar dalam setiap pertandingan.
Dengan antusiasme yang terus tumbuh, Solo diharapkan menjadi salah satu kota utama penyelenggaraan MLSC sekaligus melahirkan lebih banyak atlet sepak bola putri potensial untuk masa depan.(KS01)