olahraga

Jendi Pangabean Akmal Sumbang Tujuh Emas, Jadi Lumbung Medali Indonesia di ASEAN Para Games 2025

KS1
Minggu, 25 Januari 2026 | 19:30 WIB
Atlet para renang NPC Indonesia Jendi Pangabean berpose dengan medalinya seusai pertandingan renang 4x100m medley putra ASEAN Para Games 2025 di Aquatic Centre 80th Birthday Anniversary Commemorative Stadium di Nakhon Rachatsima, Thailand, Minggu (25/1/2026). Jendi berhasil meraih tujuh medali emas pada ASEAN Para Games Thailand 2025. NPC Indonesia/Agoes Rudianto

NAKHON RATCHASIMA, KLIKSOLONEWS.COM — Atlet para renang Indonesia, Jendi Pangabean Akmal, kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu andalan Merah Putih di ajang internasional.

Pada ASEAN Para Games 2025, Jendi sukses mempersembahkan tujuh medali emas, sekaligus menjadi penyumbang emas terbanyak bagi kontingen Indonesia.

Atlet berusia 34 tahun itu meraih lima emas dari nomor individu, yakni 50 meter gaya kupu-kupu putra S9, 100 meter gaya punggung putra S9, 100 meter gaya kupu-kupu putra S9, 100 meter gaya bebas putra S9, serta 200 meter gaya ganti perorangan putra SM9.

Dua emas lainnya dipersembahkan dari sektor beregu melalui nomor estafet 4x100 meter gaya bebas S1–S10 dan estafet 4x100 meter gaya campuran S1–S10.

Capaian ini melampaui prestasi Jendi di edisi-edisi sebelumnya. Pada ASEAN Para Games 2017 Malaysia dan edisi 2022 di Solo, ia masing-masing meraih lima emas. Sementara di Kamboja pada 2023, Jendi mengoleksi enam emas dan satu perunggu.

“Saya merasa senang dan bangga karena target pribadi tercapai. Dari awal, saya berharap bisa menyapu bersih emas di nomor individu. Saya cukup puas dengan hasil di ASEAN Para Games 2025 ini,” ujar Jendi, Minggu (25/1/2026).

Meski demikian, Jendi mengakui persaingan di klasifikasi S9 semakin ketat. Menurutnya, banyak atlet baru bermunculan dari negara-negara Asia Tenggara, termasuk perenang muda Indonesia yang mulai mendekati catatan waktunya.

Atlet kelahiran Muara Enim, Sumatera Selatan, ini mengungkapkan bahwa kunci konsistensinya terletak pada kedisiplinan dan dukungan keluarga. Ia menekankan pentingnya menjaga pola latihan serta asupan makanan sebagai bagian dari tanggung jawab atlet pelatnas.

“Kedisiplinan itu nomor satu. Setiap asupan yang masuk ke tubuh harus diperhatikan. Dukungan keluarga juga sangat penting untuk menjaga motivasi,” kata Jendi.

ASEAN Para Games 2025 menjadi momen spesial bagi Jendi karena untuk pertama kalinya ia mendapat dukungan langsung dari keluarga kecilnya. Sang istri, Hana Resti, yang juga atlet para tenis meja, hadir langsung di Thailand bersama anak mereka.

“Ini momen luar biasa bagi saya. Pertama kalinya anak dan istri bisa menemani saya berjuang di ajang internasional,” ujar Jendi yang lahir pada 10 Juni 1991.

Secara khusus, Jendi mempersembahkan seluruh medali emas tersebut untuk istri dan anaknya. Ia menilai pengorbanan Hana jauh lebih besar, karena sang istri harus absen berlaga di Thailand demi mengasuh anak mereka yang masih balita.

-
Atlet para renang NPC Indonesia Jendi Pangabean berkumpul bersama keluarganya seusai pertandingan renang 4x100m medley putra ASEAN Para Games 2025 di Aquatic Centre 80th Birthday Anniversary Commemorative Stadium di Nakhon Rachatsima, Thailand, Minggu (25/1/2026). Jendi berhasil meraih tujuh medali emas pada ASEAN Para Games Thailand 2025. NPC Indonesia/Agoes Rudianto

“Di Kamboja dia bisa meraih tiga emas dan satu perak. Tapi di Thailand ini dia harus mengalah demi anak. Medali-medali ini saya persembahkan untuk istri dan anak saya,” ucapnya.

Jendi di Mata Keluarga

Hana Resti mengaku bangga atas perjuangan dan pencapaian suaminya. Menurutnya, dedikasi Jendi sebagai atlet sering kali membuatnya harus mengorbankan waktu bersama keluarga.

“Dia sering berangkat saat anak belum bangun dan pulang ketika anak sudah mau tidur. Bagi saya, ini prestasi yang sangat luar biasa,” ujar Hana.

Meski sibuk berlatih, Hana menuturkan Jendi tetap berusaha hadir sebagai sosok ayah dan suami di rumah.

“Sepulang latihan, dia selalu menyempatkan waktu untuk anak. Mulai dari memandikan, mengganti popok, sampai membacakan dongeng sebelum tidur,” katanya.

Pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta, turut memberikan apresiasi atas prestasi Jendi. Menurutnya, tujuh emas yang diraih di usia 34 tahun merupakan pencapaian luar biasa.

“Dengan usia yang bertambah, semangat Jendi tidak berubah. Tujuh emas ini hasil yang patut disyukuri,” kata Agni.

Ia menilai Jendi adalah sosok atlet disiplin, baik di dalam maupun di luar kolam. Dukungan fasilitas dari Kemenpora dan NPC Indonesia juga menjadi faktor pendukung prestasinya.

Agni berharap Jendi dapat menjadi panutan bagi perenang muda Indonesia. Ia optimistis regenerasi atlet para renang berjalan dengan baik dan akan melahirkan banyak penerus berprestasi.

“Penerusnya bukan hanya satu. Akan ada banyak Jendi-Jendi berikutnya di masa depan,” pungkas Agni.(KS01)

Tags

Terkini