olahraga

Para Renang Indonesia Borong Enam Emas dan Pecahkan Empat Rekor di ASEAN Para Games 2025

KS1
Kamis, 22 Januari 2026 | 12:10 WIB
Perenang NPC Indonesia Mutiara Cantik Harsanto berselebrasi usai pertandingan nomor 100m gaya dada putri SB9 ASEAN Para Games 2025 di Aquatic Centre 80th Birthday Anniversary Commemorative Stadium di Nakhon Rachatsima, Thailand, Rabu (21/1/2026). Mutiara berhasil meraih medali emas. NPC Indonesia/Agoes Rudianto

TAILAN, KLIKSOLONEWS.COM – Tim para renang Indonesia tampil luar biasa pada hari pertama perebutan medali ASEAN Para Games 2025. Bertanding di Aquatic Center 80th Anniversary Stadium, Rabu (21/1/2026), skuad Merah Putih berhasil mengoleksi enam medali emas, sekaligus menorehkan empat rekor baru ASEAN Para Games.


Secara keseluruhan, cabang para renang menyumbang 17 medali, terdiri dari enam emas, delapan perak, dan tiga perunggu. Hasil ini menjadi awal yang sangat menjanjikan bagi Indonesia dalam perburuan gelar juara umum.


Rekor pertama dipersembahkan Mutiara Cantik Harsanto pada nomor 100 meter gaya dada putri SB9. Perenang berusia 22 tahun itu finis terdepan dengan waktu 1 menit 29,86 detik, sekaligus mematahkan rekor sebelumnya. Cantik unggul atas wakil Malaysia dan Tailan yang harus puas di posisi berikutnya.


Rekor kedua dicatat Mulyadi di nomor 100 meter gaya dada putra SB4. Atlet berusia 35 tahun tersebut mencatatkan waktu 1 menit 44,70 detik, menjadi yang tercepat sekaligus mencetak rekor baru ajang ini.


Dua rekor lainnya hadir melalui Muhammad Gerry Pahker pada nomor 100 meter gaya dada SB6 dengan waktu 1 menit 32,49 detik, serta Abdul Majid Rahman di nomor 100 meter gaya dada putra SB7 yang mencatatkan waktu 1 menit 21,27 detik.


Selain para pemecah rekor, emas Indonesia juga disumbangkan Siti Alfiah dari nomor 400 meter gaya bebas putri S6 dan Syuci Indriani pada 100 meter gaya kupu-kupu putri S14.


Mutiara Cantik mengaku tak menyangka bisa meraih dua medali di hari pertama, termasuk perak dari nomor yang bukan spesialisasinya.


“Nomor gaya bebas sebenarnya bukan unggulan saya. Tapi Alhamdulillah bisa dapat perak, dan di gaya dada malah bisa emas sekaligus rekor,” ujarnya.


Ia berharap pencapaiannya kali ini bisa melampaui prestasi di edisi sebelumnya, setelah pada ASEAN Para Games Kamboja berhasil meraih dua emas dan empat perak.


Sementara itu, Muhammad Gerry Pahker juga menyampaikan rasa syukurnya bisa mempersembahkan emas sekaligus memecahkan rekor meski persaingan berlangsung sangat ketat.


“Persaingan tadi sangat keras, selisih waktunya tipis. Walaupun belum mencapai catatan terbaik saya, ini tetap jadi kebanggaan,” kata atlet berusia 22 tahun tersebut.



Pelatih Puas, Optimisme Menguat


Pelatih kepala para renang Indonesia, Agni Herarta, menyatakan puas dengan performa atlet-atletnya di hari pertama. Ia menilai hasil tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya.


“Hasil hari pertama sangat memuaskan. Anak-anak tampil di luar perkiraan dan ini menambah kepercayaan diri tim untuk hari-hari selanjutnya,” ujar Agni.


Ia menambahkan, empat rekor baru yang tercipta merupakan buah dari persiapan panjang dan disiplin latihan para atlet.

Halaman:

Tags

Terkini