TAILAN, KLIKSOLONEWS.COM – Tim para angkat berat Indonesia bertekad memaksimalkan peluang untuk meraih gelar juara umum pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2025, meski harus bersaing ketat dengan tuan rumah Tailan.
Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 20–26 Januari 2026 tersebut, Indonesia menurunkan 15 atlet yang merupakan kombinasi lifter senior berpengalaman dan atlet muda debutan. Sejumlah nama andalan seperti Ni Nengah Widiasih, Siti Mahmudah, Sriyanti, hingga Nurtanti Purba kembali dipercaya menjadi tumpuan perolehan medali.
Selain itu, Indonesia juga memberi kesempatan kepada atlet debutan, di antaranya Delima Yunia Susanti, Eliana, Hilman, dan Muhammad Mabruk Arib Dzaky. Dari cabang olahraga para angkat berat, kontingen Merah Putih menargetkan delapan medali emas, enam perak, dan satu perunggu.
Pelatih tim para angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta, mengaku optimistis target tersebut dapat tercapai. Ia menyebut 15 atlet yang dibawa akan bersaing di 14 nomor pertandingan dari total 18 nomor yang dipertandingkan.
“Target ini bisa dibilang mudah, tapi juga sulit. Tantangan terberat tentu datang dari tuan rumah. Kami tidak tahu strategi apa yang mereka siapkan, tetapi kami sudah mengantisipasinya,” ujar Coni usai sesi latihan di Centre Point Terminal21 Hotel, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Coni, jika target medali mampu direalisasikan, peluang Indonesia untuk keluar sebagai juara umum di cabang para angkat berat terbuka lebar. Ia menilai Tailan berpotensi menyimpan kekuatan karena minim mengikuti kejuaraan internasional sepanjang tahun.
“Ini bisa jadi alarm bagi kami. Namun dengan persiapan yang ada, kami tetap optimistis bisa menjadi juara umum di cabang ini. Mohon doa dan dukungannya,” kata Coni.
Terkait persiapan akhir menjelang pertandingan, Coni memastikan seluruh atlet berada dalam kondisi siap. Program latihan telah disesuaikan dengan jadwal dan fasilitas yang disediakan panitia penyelenggara.
“Setelah satu hari pemulihan, kami langsung masuk program latihan. Beban latihan masih sekitar 50 persen dan akan ditingkatkan bertahap agar atlet mencapai angkatan terbaik saat bertanding,” jelasnya.
Salah satu atlet senior, Nurtanti Purba, mengaku memiliki motivasi besar untuk tampil maksimal. Di usia 50 tahun, ajang ASEAN Para Games 2025 disebutnya sebagai penampilan terakhir di level regional.
“Alhamdulillah kondisi latihan sejauh ini cukup memuaskan. Saya ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Soal medali, semoga bisa emas, tapi yang terpenting saya berjuang maksimal,” ujar Nurtanti.
Peraih dua medali emas ASEAN Para Games 2022 di Solo itu juga menyatakan siap menghadapi perubahan nomor pertandingan, dari rencana awal 73 kilogram putri menjadi kelas +86 kilogram.
“Secara mental saya siap. Saya sudah sering bertanding dan menghadapi banyak situasi. Siapapun lawannya, saya tidak gentar. Semoga kami semua bisa membawa hasil terbaik untuk Indonesia,” ucap atlet asal Sumatera Utara tersebut.
Cabang olahraga para angkat berat ASEAN Para Games 2025 dijadwalkan mulai dipertandingkan pada Rabu (21/1/2026) pagi. Seluruh pertandingan akan digelar di Centre Point Terminal21 Hotel, Nakhon Ratchasima, Tailan. (ks2)