olahraga

Wushu Jateng Sumbang 5 Emas di PON Bela Diri 2025, Sanda Jadi Andalan

KS1
Senin, 27 Oktober 2025 | 08:01 WIB
Gita Ariesta (biru) saat turun di semifinal Sanda 52kg putri di PON Bela Diri Kudus, Minggu 26 Oktober 2025. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

KUDUS, KLIKSOLONEWS.COM – Setelah dua hari tanpa medali emas, kontingen Jawa Tengah (Jateng) akhirnya bangkit di hari terakhir cabang olahraga wushu Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus.

Tim wushu Jateng sukses merebut lima medali emas, terdiri atas empat dari nomor sanda dan satu dari nomor taolu.

Pertandingan nomor taolu yang digelar pada pagi hari menjadi pembuka raihan emas bagi Jateng. Medali emas diraih tim duilian beregu putri melalui trio Jesica, Naura, dan Rosa yang tampil memukau di hadapan juri.

Selain itu, wushu Jateng juga memperoleh tambahan medali dari Perak: Glenda (QS putri), Perunggu: Ryu (DS putra), Naufal (NG putra), dan Rio (MYJ putra).

Nomor sanda menjadi ladang medali utama bagi Jawa Tengah. Empat emas berhasil diraih melalui:

  • Nasya Aulia Zahra Wahana (48 kg putri) – mengalahkan Rizki Rama Desriyani (Jambi)

  • Gita Ariesta (52 kg putri) – menang atas Shelly Cahyani Dherisca (Kalimantan Utara)

  • Bintang Reindra Nada Guitara (58,55 kg putra) – menundukkan Benny Johan Hutagalung (Sumatera Utara)

  • Bayu Raka Putra (63,45 kg putra) – mengalahkan Fitrah A. Yudha Faturrahman (Jawa Timur)


Sementara dua atlet lainnya harus puas dengan medali perak, yaitu Intan Anindiya (59,45 kg putri) dan Muhammad Ifnu Saputra (73,75 kg putra).

Sedangkan Aurella Calysta Purnomo (48,5 kg putri) dan Rama Evan Fernando (52 kg putra) menyumbangkan perunggu setelah kalah di semifinal.

Total Medali Jateng Capai 115

Dengan tambahan dari cabang wushu, total medali yang diraih kontingen PON Beladiri Jateng 2025 menjadi 25 emas, 34 perak, 56 perunggu

Raihan tersebut menempatkan Jateng di peringkat keempat klasemen akhir, di bawah DKI Jakarta (42 emas – 27 perak – 30 perunggu), Jawa Barat (35 – 18 – 38), Jawa Timur (32 – 17 – 13).

PON Bela Diri 2025 secara resmi ditutup Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, didampingi Ketua Panitia Ryan Gozali, Director Program Djarum Foundation Yoppy Rosimin, dan Bupati Kudus Ta’mani Intakoris.

Pelatih taolu Daniel Teguh Santoso mengaku puas dengan capaian satu emas.

“Target kami satu emas dan itu tercapai. Setelah ini kami lakukan evaluasi untuk meningkatkan prestasi di ajang berikutnya,” ujarnya.

Sementara Asisten Pelatih Sanda Imam Tauhid Ragananda menilai capaian empat emas merupakan hasil luar biasa, mengingat sebagian besar atlet yang tampil adalah pemain muda.

“Kami datang tanpa pasang target besar. Dengan skuad muda bisa meraih empat emas, itu pencapaian maksimal. Mereka adalah atlet masa depan Jateng,” katanya.

Sebagai catatan, pada PON Aceh–Sumut 2024, Jateng meraih enam emas dari nomor sanda. Dari skuad tersebut, hanya dua atlet yang masih tampil di Kudus, yakni Bayu Raka Putra dan Bintang Reindra Nada Guitara.

“Dengan regenerasi ini, wushu Jateng tetap kompetitif dan berhasil jadi juara umum nomor sanda,” tambah Imam.

Dengan perolehan 4 emas, 2 perak, dan 3 perunggu, Jateng menjadi juara umum nomor sanda, mengungguli DKI Jakarta dan Sumatera Utara yang masing-masing meraih tiga emas.(ks01)

Tags

Terkini