olahraga

Tim Medis UMS Siaga Tangani Cedera Atlet Pencak Silat di POMNAS XIX 2025

KS1
Kamis, 25 September 2025 | 08:00 WIB
Tim Medis UMS Siaga Tangani Cedera Atlet Pencak Silat di POMNAS XIX 2025. (KlikSoloNews/dok UMS)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menurunkan tim medis khusus untuk mendukung cabang olahraga pencak silat pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025.

Tim medis terdiri dari mahasiswa profesi Fisioterapis, mahasiswa profesi Ners, serta dokter dari MMC UMS, yang bertugas menangani cedera dan keadaan darurat selama pertandingan.

Menurut Muhammad Raihan Maulidan, S.Kes., mahasiswa profesi Fisioterapis UMS, cedera dalam pertandingan pencak silat tidak dapat dihindari.

Keberadaan tim medis menjadi sangat penting untuk memastikan penanganan cepat dan tepat, sehingga atlet yang mengalami cedera dapat segera ditangani atau dirujuk ke rumah sakit jika diperlukan.

“Kalau misal ada yang terindikasi patah tulang atau cedera serius lainnya, bisa segera ditangani. Tanpa tim medis, penanganan bisa terlambat bahkan salah sehingga berakibat fatal,” ujar Muhammad.

Pada sesi pertama pertandingan, terdapat kasus dugaan dislokasi siku pada salah satu pesilat. Penangan awal dilakukan dengan bended sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Muhammad menambahkan, tantangan utama tim medis adalah menekan ego profesional dan berkoordinasi secara baik dengan dokter serta fisioterapis lain. Selain itu, kondisi atlet yang harus kembali bertanding dalam waktu dekat juga menjadi tantangan tersendiri.

Sementara itu, Nuriyatul Fitriyah, S.Kep., mahasiswi profesi Ners UMS, menekankan peran perawat lebih fokus pada penanganan kegawatdaruratan dan membantu dokter serta fisioterapis saat tindakan medis diperlukan.

“Posisi perawat harus bekerja sama dengan dokter dan fisioterapis, misal saat dokter minta pertolongan oksigen, kita bawakan,” jelas Nuriyatul.

Tim medis UMS dilengkapi dengan peralatan penting seperti alat pacu jantung, oksigen, pereda nyeri, ice bag, dan lainnya. Selain itu, tiga armada ambulans disiagakan untuk membantu proses rujuk atlet ke rumah sakit jika dibutuhkan.

POMNAS XIX 2025 ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa profesi Fisioterapis dan Ners untuk mendapatkan pengalaman langsung menangani cedera olahraga, sambil menunggu pelatihan dan ujian kompetensi mereka.

Dengan keberadaan tim medis ini, POMNAS XIX 2025 khususnya cabang pencak silat dapat berjalan lebih aman, memastikan atlet mendapatkan penanganan cepat, dan mendukung kelancaran pertandingan secara keseluruhan.(KS01)

Tags

Terkini