olahraga

Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra Resmi Disetujui DPR jadi WNI, Siap Perkuat Timnas

KS1
Selasa, 26 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Miliano Jonathans (kiri) dan Mauro Zijlstra (kanan), siap memperkuat Timnas Indonesia. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif langkah cepat Komisi X dan Komisi XIII DPR RI yang menyetujui proses naturalisasi lima pesepak bola diaspora, Selasa 26 Agustus 2025.

Dari lima nama tersebut, dua di antaranya adalah pemain putra, yakni Miliano Jonathans dan Mauro Nils Zijlstra, yang digadang-gadang akan menjadi amunisi penting bagi Timnas Indonesia senior maupun U-23.

Miliano Jonathans, 21 tahun, lahir di Arnhem, Belanda, dan kini membela FC Utrecht di Eredivisie. Berposisi sebagai penyerang sayap, Miliano memiliki darah Indonesia dari kakeknya yang lahir di Depok. Dengan pengalaman tampil di level tertinggi sepak bola Belanda, ia diharapkan mampu menambah kreativitas lini serang Garuda.

Sementara itu, Mauro Nils Zijlstra yang berusia 20 tahun merupakan penyerang tengah dari klub FC Volendam. Pemain kelahiran Zaanstad ini memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya yang berasal dari Bandung. Mauro diproyeksikan sebagai ujung tombak Timnas Indonesia berkat ketajamannya sebagai striker murni.

Erick Thohir menilai kehadiran keduanya sangat krusial untuk memperkuat Timnas dalam menghadapi sejumlah agenda penting hingga akhir 2025.

“Persetujuan dari para wakil rakyat yang terhormat ini bukan hanya soal teknis sepak bola, tapi juga tentang mimpi besar bangsa. Saya berterima kasih kepada Komisi X dan XIII atas komitmen dan dukungan terhadap kemajuan sepak bola Indonesia,” kata Erick di Gedung DPR/MPR.

Selain dua pemain putra, DPR juga menyetujui proses naturalisasi tiga pesepak bola putri diaspora, yakni Isabel Corian Kopp, Pauline Jeannette van de Pol, dan Isabelle Nottet. Ketiganya diproyeksikan menjadi bagian penting dari pengembangan jangka panjang Timnas Putri Indonesia.

Proses naturalisasi ini selanjutnya akan dibawa ke rapat paripurna DPR sebelum diajukan ke Sekretariat Negara untuk mendapatkan Surat Keputusan Presiden (Keppres) sebagai dasar pengambilan sumpah WNI.

Erick juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Kemenpora, Kemenkumham, serta pimpinan DPR atas dukungan penuh dalam transformasi sepak bola nasional.

“Sepak bola adalah alat pemersatu bangsa. Dukungan dari Presiden Prabowo dan kementerian/lembaga menunjukkan kita semua satu visi untuk menjadikan sepak bola Indonesia lebih kuat bersaing dan membawa kebanggaan bagi Merah Putih,” tegas Erick.

Dengan tambahan tenaga diaspora ini, Timnas Indonesia diyakini memiliki peluang lebih besar untuk tampil kompetitif, baik di level Asia maupun dunia. (KS01)

Tags

Terkini