olahraga

Kudus dan Jakarta Tuan Rumah PON Bela Diri Pertama di Indonesia, Siap Cetak Sejarah Baru Olahraga Nasional

KS1
Kamis, 24 April 2025 | 17:00 WIB
Kudus dan Jakarta Tuan Rumah PON Bela Diri Pertama di Indonesia, Siap Cetak Sejarah Baru Olahraga Nasional. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Sejarah baru dalam dunia olahraga nasional akan tercipta di tahun 2025 dengan digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri I, yang akan berlangsung di Jakarta dan Kudus pada kuartal keempat, tepatnya Oktober 2025.

Ajang ini merupakan inisiatif Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat sebagai bentuk inovasi untuk memberikan ruang kompetisi bagi cabang olahraga bela diri yang tidak masuk dalam agenda utama PON reguler.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menjelaskan bahwa PON Bela Diri dirancang sebagai bentuk pelengkap dari PON reguler yang kini fokus pada cabang-cabang olahraga Olimpiade.

Dalam PON XXII yang akan diselenggarakan pada 2028 di NTT dan NTB, jumlah cabang olahraga akan dibatasi hingga maksimal 32 cabor, guna memfokuskan potensi prestasi nasional di panggung internasional seperti Asian Games dan SEA Games.

“PON 2028 lebih difokuskan pada Olympic Sports. Maka kita butuh panggung seperti PON Bela Diri agar cabor-cabor lainnya tetap punya wadah kompetisi nasional,” ujar Marciano dalam Rakor KONI Jateng dan KONI kabupaten/kota di Semarang.

Tidak hanya PON Bela Diri, KONI Pusat juga memprakarsai ajang-ajang lain seperti Indonesia Beach Games, Indonesia Indoor Games, dan Indonesia Youth Games, sebagai bagian dari strategi pembinaan dan pemerataan kompetisi di semua level.

Kudus Tuan Rumah Utama, Fasilitas Djarum Dipuji

Untuk mendukung penyelenggaraan PON Bela Diri I/2025, Ketua Umum KONI Pusat bersama jajaran pengurus melakukan peninjauan fasilitas olahraga milik PT Djarum di Kabupaten Kudus, Selasa 22 April 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Marciano disambut Victor Rachmat Hartono (COO PT Djarum), Yoppy Rosimin dari Djarum Foundation, serta Bupati Kudus Dr Ars Sam’ani Intakoris.

Kunjungan dimulai di GOR Djarum Kaliputu, dilanjutkan ke GOR Jati, dan diakhiri di Supersoccer Arena (SSA). Marciano mengapresiasi kualitas fasilitas yang dinilainya sangat layak untuk menggelar kejuaraan tingkat nasional.

“Semua fasilitas sangat siap. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara KONI dan pihak swasta bisa menciptakan sejarah baru olahraga Indonesia,” katanya optimistis.

Adapun cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Kudus meliputi gulat, jiu-jitsu, judo, karate, pencak silat, sambo, kempo, taekwondo, dan tarung derajat.

Menariknya, PON Bela Diri I ini akan digelar tanpa sokongan dana pemerintah. KONI menggandeng mitra swasta sebagai pendukung utama.

“Ini adalah PON Bela Diri pertama, dan seluruh penyelenggaraannya murni melalui kolaborasi dengan pihak ketiga. Tidak ada dana dari APBN maupun APBD,” tegas Marciano.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyatakan dukungannya penuh terhadap ajang ini. Ia meyakini PON Bela Diri tak hanya membawa kemeriahan olahraga, tapi juga akan berdampak positif terhadap ekonomi lokal dan sektor pariwisata.

“Kami berharap atlet dan official yang datang bisa menikmati kuliner khas Kudus, mengunjungi wisata religi seperti Makam Sunan Kudus dan Sunan Muria, serta mengeksplorasi berbagai museum sejarah kami,” ujarnya penuh semangat.

Dengan semangat kolaborasi, ajang ini diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga memperkuat ekosistem olahraga nasional dengan cara yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (KS01)

Tags

Terkini