olahraga

NPC Indonesia Matangkan Persiapan Menuju ASEAN Para Games dan World Ability Games 2025, Gibran Beri Dukungan Penuh

Minggu, 13 April 2025 | 11:24 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — National Paralympic Committee (NPC) Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi dua agenda besar tahun ini, yakni ASEAN Para Games 2025 di Thailand dan World Ability Games 2025 yang akan digelar di Jakarta.

Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menyampaikan bahwa dukungan penuh telah diberikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, terhadap seluruh program yang dijalankan NPC.

Ditemui usai acara halal bihalal bersama wartawan di Kusuma Sahid Prince Hotel, Solo, Sabtu 12 April 2025, Rima menjelaskan kedua event internasional tersebut menjadi fokus utama pembinaan atlet disabilitas tahun ini.

“Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) nomor 86 tahun 2021, ketua Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) adalah Mas Gibran. Kami ke Jakarta dan melaporkan agenda penting yang akan dilakoni NPC Indonesia di 2025, salah satunya Pelatnas untuk ASEAN Para Games di Thailand, dan event World Ability Games 2025 yang akan digelar di Jakarta,” ujar Rima.

Menurut Rima, dalam pertemuan tersebut Wapres Gibran menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh tim olahraga disabilitas Indonesia. Gibran bahkan meminta agar para atlet dan tim pelatih sepenuhnya fokus meraih prestasi terbaik, sementara urusan non-teknis akan diurus oleh pihak pemerintah.

“Tanggapan Mas Gibran, beliau mendukung penuh tim olahraga disabilitas. Kami hanya diminta fokus untuk meraih prestasi, mencari kemenangan sebanyak-banyaknya, urusan lainnya diserahkan beliau,” tambahnya.

Terkait target perolehan medali pada ASEAN Para Games 2025, Rima mengaku pihaknya masih menunggu kepastian jumlah nomor yang akan diperlombakan. Namun, ia memastikan bahwa kontingen Indonesia akan mengikuti hampir seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan.

“Kami belum bisa memberikan target karena belum ada resmi nomor yang akan diperlombakan. Baru ada cabor, ada 19 cabor saja. Indonesia tidak ikut di sepak bola tuna netra, lainnya ikut serta,” jelas Rima.

Rima juga menegaskan program-program NPC tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, karena semua kegiatan yang dilaksanakan dianggap strategis dan berorientasi pada peningkatan prestasi nasional.

“Efisiensi anggaran sebenarnya kan untuk kegiatan yang tidak penting. Kami menyampaikan bahwa yang dilakukan NPC ini membawa nama negara. Sehingga kegiatan NPC diprioritaskan. Minggu depan kami sudah akan menggelar pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Delingan,” tutupnya. (KS06)

Tags

Terkini