Jumat, 12 Juni 2026

Bhayangkara Presisi Kian Dekat ke Grand Final Proliga 2026, Satu Kemenangan Seri Semarang Jadi Penentu

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 13 April 2026 | 09:35 WIB
Bhayangkara Presisi Kian Dekat ke Grand Final Proliga 2026, Satu Kemenangan Seri Semarang Jadi Penentu. (KlikSoloNews/Benediktus Candra)
Bhayangkara Presisi Kian Dekat ke Grand Final Proliga 2026, Satu Kemenangan Seri Semarang Jadi Penentu. (KlikSoloNews/Benediktus Candra)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Bhayangkara Presisi hanya butuh satu kemenangan lagi untuk lolos ke Grand Final Proliga 2026 usai kalahkan Surabaya Samator 3-0 di Final Four Proliga 2026 Seri Solo.

Peluang Jakarta Bhayangkara Presisi untuk kembali tampil di partai puncak Proliga 2026 semakin terbuka lebar. Tim juara bertahan itu kini hanya memerlukan satu kemenangan tambahan untuk mengamankan tiket ke grand final.

Momentum positif tersebut didapat setelah Bhayangkara Presisi tampil dominan saat menghadapi Surabaya Samator. Dalam laga yang berlangsung di GOR Sritex Arena, Minggu (12/4/2026), mereka menang straight set dengan skor 3-0 (25-23, 25-21, 25-21).

Hasil ini sekaligus mempertegas konsistensi performa Bhayangkara Presisi sepanjang babak Final Four. Dari empat pertandingan yang sudah dijalani, mereka sukses mengamankan tiga kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan.

Sebelumnya, Bhayangkara Presisi juga berhasil mengatasi perlawanan Jakarta Garuda Jaya serta Surabaya Samator pada seri pertama. Satu-satunya hasil negatif terjadi saat berhadapan dengan Jakarta LavAni Livin’ Transmedia.

Selanjutnya, tim asuhan Ridel Toiran akan melakoni dua pertandingan krusial di Semarang. Laga tersebut dipastikan menjadi penentu apakah mereka mampu mengunci posisi di grand final yang dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta pada 21–26 April 2026.

Meski meraih kemenangan tanpa kehilangan set, pertandingan melawan Samator tidak sepenuhnya berjalan mudah. Beberapa momen menunjukkan perlawanan sengit dari tim lawan, terutama di awal set.

Ridel Toiran mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki sebelum memasuki fase akhir kompetisi.

“Evaluasi tetap diperlukan agar tim bisa tampil lebih maksimal di laga berikutnya,” ungkapnya.

Di sisi lain, kubu Samator menilai faktor mental masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi timnya. Manajer tim, Hadi Sampurno, menyebut tekanan saat menghadapi tim kuat seperti Bhayangkara Presisi membuat performa pemain menurun.

“Saat menghadapi tim sekelas Bhayangkara, mental pemain kami belum stabil. Ini yang akan menjadi fokus pembenahan ke depan,” ujarnya.

Dengan pengalaman sebagai juara dalam dua musim terakhir, Bhayangkara Presisi kini berada dalam posisi strategis untuk kembali melangkah ke final dan mempertahankan gelar juara di ajang Proliga.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X