Jumat, 12 Juni 2026

Gagal Bidik PON 2032, Jateng Tertahan Usai DIY Mundur dari Kolaborasi

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 4 April 2026 | 22:17 WIB
Gagal Bidik PON 2032, Jateng Tertahan Usai DIY Mundur dari Kolaborasi. (KlikSoloNews/dok)
Gagal Bidik PON 2032, Jateng Tertahan Usai DIY Mundur dari Kolaborasi. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Ambisi Provinsi Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XXIII 2032 harus tertunda.

Bukan karena kurang persiapan, melainkan batalnya kerja sama dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sebelumnya digadang menjadi mitra penyelenggara.

Situasi ini membuat Jawa Tengah tidak melanjutkan proses pendaftaran sebagai calon tuan rumah, meski sejumlah langkah awal sebenarnya sudah dipersiapkan.

Ketua Umum Komite Nasional Olahraga Indonesia Jawa Tengah, Sudjarwanto Dwiatmoko, mengakui keputusan tersebut bukan hal mudah, mengingat keinginan kuat dari pemerintah daerah untuk menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di Indonesia itu.

Dalam beberapa edisi terakhir, penyelenggaraan PON tidak lagi hanya bertumpu pada satu provinsi. Skema kolaborasi antarwilayah menjadi opsi utama untuk mendukung kesiapan infrastruktur dan pembiayaan.

Hal inilah yang mendorong Jawa Tengah menggandeng DIY. Namun dalam prosesnya, dinamika kebijakan dan kesiapan daerah membuat kerja sama tersebut tidak dapat dilanjutkan.

Padahal, dukungan dari pemerintah provinsi, termasuk dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, sudah menguat sejak awal wacana pencalonan.

“Kita sebenarnya sangat ingin menjadi tuan rumah PON 2032. Keinginan itu juga sudah disampaikan Bapak Gubernur, sehingga kami mulai menyiapkan berbagai hal untuk menuju ke sana,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).


Waktu Mepet Jadi Faktor Penentu

Selain persoalan kerja sama, perubahan jadwal pendaftaran yang dipercepat oleh KONI Pusat menjadi faktor krusial lainnya.

Dengan waktu yang semakin sempit—terlebih berdekatan dengan periode Lebaran—ruang untuk memfinalisasi berbagai persyaratan menjadi terbatas.

Alhasil, Jawa Tengah memilih untuk tidak memaksakan diri masuk dalam proses pencalonan tahun ini.

“Biasanya memang tidak cukup satu provinsi, sehingga kami mengajak Jogja untuk mencalonkan diri bersama,” jelasnya.


Meski gagal melaju sebagai kandidat tuan rumah PON 2032, peluang Jawa Tengah belum sepenuhnya tertutup. Evaluasi dari proses ini dinilai penting sebagai bekal untuk pencalonan di masa mendatang.

“Persiapan sebenarnya sudah maksimal, namun karena situasinya seperti ini, akhirnya diputuskan kita belum mendaftar. Kesempatan berikutnya akan kita coba lagi,” tegasnya.


Di sisi lain, hingga saat ini pasangan Lampung dan Banten telah resmi masuk sebagai calon tuan rumah.

Dengan mundurnya Jawa Tengah, persaingan menuju penentuan tuan rumah PON 2032 pun semakin mengerucut.

Bagi Jawa Tengah, kegagalan ini bukan akhir, melainkan jeda untuk menyusun strategi yang lebih matang demi peluang di masa depan.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X