SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap seruan boikot Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat.
Sikap tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran serius terhadap faktor keamanan bagi suporter yang akan hadir langsung di lokasi pertandingan.
Mengacu laporan The Guardian, Blatter menilai kondisi keamanan di Amerika Serikat patut dipertanyakan, terutama setelah munculnya sejumlah insiden yang memicu kekhawatiran publik internasional.
Menurutnya, keselamatan penonton seharusnya menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ajang olahraga terbesar dunia tersebut.
Blatter juga sejalan dengan pandangan Mark Pieth, pengacara antikorupsi asal Swiss yang pernah terlibat dalam upaya reformasi FIFA pada masa kepemimpinannya. Pieth sebelumnya mempertanyakan kelayakan Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia di tengah situasi keamanan yang dinilai belum kondusif.
“Saya pikir Mark Pieth benar dalam mempertanyakan penyelenggaraan Piala Dunia ini,” tulis Blatter melalui akun media sosialnya, seperti dikutip Selasa (3/2/2026).
Pernyataan Blatter muncul di tengah meningkatnya perhatian publik internasional setelah dilaporkan adanya warga negara Amerika Serikat kedua, Alex Pretti, yang meninggal dunia pada akhir pekan lalu. Kabar tersebut semakin memperkuat kekhawatiran terkait stabilitas keamanan menjelang turnamen.
Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Turnamen ini akan menjadi edisi pertama yang digelar secara bersama tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta melibatkan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.(KS01)